March 14, 2012

needs and wants

'' tuhan selalu memberikan yang kau butuhkan, bukan suatu hal yang kau inginkan''

pasti sering kan mendengar kata-kata itu? yup, kadang kita berfikir tuhan itu ga adil karena tidak pernah mewujudkan apa yang kita inginkan..tapi apa kita pernah berfikir kalau yang kita inginkan itu baik untuk kita atau malah akan merugikan kita sendiri?

mungkin sebagian besar dari kita punya target dalam hidup, entah itu resolusi tahunan atau bahkan target yang harus dicapai dalam hidup. setelah kita melewati 'batas' dari target yang ditentukan kita baru menyadari bahwa kita gagal dalam mewujudkan keinginan kita sendiri. seringkali kita menyalahkan diri sendiri bahkan yang lebih parah adalah menyalahkan tuhan karena tidak mewujudkan apa yang kita inginkan padahal kita sudah berusaha semaksimal mungkin.

tapi apakah kita berfikir kalau tujuan itu baik untuk kita? misalnya saja, target untuk punya anak setelah menikah..tapi ternyata setelah bertahun-tahun menikah, tuhan belum mempercayai pasangan tersebut untuk mempunyai anak.. mari kita lihat dari sisi lainnya, apakah kalau dianugrahi anak pasangan tersebut dapat memberikan kehidupan yang layak untuk anaknya? apakah anak tersebut dapat mendapatkan pendidikan yang baik? dan apakah anak tersebut akan mendapatkan kasih sayang yang cukup dari orang tuanya? dibalik semua pertanyaan itu ada jawaban dan tentu saja ada saat yang tepat dimana kita akan mendapatkan yang kita butuhkan.

contoh lainnya, kalau soal percintaan, misalnyaa, sesorang yang mungkin saja ingin punya pacar tetapi belum mendapatkannya setelah bertahun-tahun..ingat, bukan karena seseorang tersebut tidak pantas mendapatkan pendamping, hanya saja belum ada sesorang yang pantas untuk mendapatkannya. 

masih banyak lagi cerita disekitar kita yang bisa kita telaah dan kita pelajari yang dapat dijadikan bahan untuk memperkaya diri dan salah satu cara untuk belajar menyukuri apa yang kita miliki daaaaaaannn tentunya belajar menjadi orang yang lebih baik. 

segala sesuatu akan datang dan indah pada waktunya..

3 comments:

MAS said...

nice post, memang waktu yang bisa menjawabnya.. jadikan kemarin sebagai pengalaman lakukan sekarang buat masa depan

manusia hanya bisa berusaha semaksimal mungkin dan berdoa tetap hasil akhir bukan kt yang menentukan tapi Allah SWT,yaah bisa dibilang itu takdir, contohnya nyokap gw meninggal siapa yang mau?? tapi itu sudah kehendak Allah SWT apa kita bisa melawan ketentuannya?? hanya bgmana kita bisa menerima dan ikhlas serta bersyukur dengan apa yang sudah ditentukannya

hidup,mati,jodoh,rezeki sudah ada yang mengaturnya..(kembali waktu yang berbicara)

dan benar bagaimana kita belajar menjadi orang yang lebih baik, terkadang kita melakukan perbuatan baik saja masih ada saja "orang yang sirik atau menilai buruk".

regards
MAS

Tara Hutami said...

intinyaa, lakukan apa yang menurut kita baik dan yang akan berdampak baik juga untuk orang sekitar kitaa..

Anonymous said...

every posts that you've written here are very interesting. I never thought that you are this profound thinker. I guess I've been gone too long yah ^_^

I totally agree with you 100% about this, and I'm sure that all of us had experience this before, being not satisfied with what we've got.

Just to add to this topic.. when we cannot differentiate between our wants and needs, then we will live in an endless state of desire and full of disappointments.

Because if a person feels that his desire has not being fulfilled then at the end like you said... that person will need to BLAME someone either himself, someone close to him or even GOD.

If you're religious and believe in GOD Allah SWT,

everything in life,
everything that we do and
everything we have,

has already set by GOD which has a purpose. But
again, we as human beings have this tendency to think negative and have emotion strong enough to forget those blueprints design by GOD.

I found this quote (I just love quotes ^_^) from a Roman Stoic Philosopher dated back 64AD names Lucius Seneca, he quote

“True happiness is to enjoy the present, without anxious dependence upon the future, not to amuse ourselves with either hopes or fears but to rest satisfied with what we have, which is sufficient, for he that is so wants nothing. The greatest blessings of mankind are within us and within our reach. A wise man is content with his lot, whatever it may be, without wishing for what he has not.”

I believe that if we are satisfied with ourselves, of what we have, this positive energy of happiness will definitely transfer to someone else. It's easy to say it than doing it..

Post a Comment