January 29, 2012

Candle,,

Manakala mentari tua
Telah berpijar
Manakala bulan nan genit
Enggan tersenyum
Berkelap kelip tiada terbayang
Tersendat-sendat merayap dalam kegelapan
Hitam kini hitam nanti
Gelap kini akankah silih berganti

Dan kau lilin-lilin kecil

Sanggupkah kau mengganti
Sanggupkah kau memberi
Seberkas cahaya
Dan kau lilin-lilin kecil
Sanggupkah kau berpijar
Sanggupkah kau menyengat
Seisi dunia

Mungkin sepenggal lagunya om chrisye yang judulnya lilin kecil ini bisa memeberikan gmbaran tentang apa yang akan gw ceritakan..

Lilin..pasti kalian inget ini Cuma waktu mati lampu atau lagi dalam kegelapan aja. Memang lilin itu berguna banget buat kita,karena dia selalu ada dan memberikan kita cahaya waktu kita butuhkan.

 Tapi apa pernah kalian membayangkan atau bahkan pernah merasa jadi lillin yang dibutuhkan hanya saat orang lagi ngerasa kesusahan aja?

Gimana sih rasanya? Seneng karena bisa berguna buat orang lain disaat mereka kesusahan? Atau bahkan malah sedih karena ngerasa” habis manis sepah dibuang?”

Kalo gw pribadi jujur ga suka kalo ibaratnya dijadiin lilin, bukannya ga seneng bisa berbuat baik untuk orang, tapi gw lebih seneng lagi kalo hubungan baik itu bisa terus bukan hanya waktu sedih tapi disaat senang jugaa, sama seperti tagline blog ini “happiness in doubled and sadness is halved when you share them together”
and always remember, 

“don’t treat people like a candle if you don’t want to get burn”

1 comments:

Anonymous said...

its really interesting how you look it.. I never thought it that way, looking at the candles' point of view.. hehe =p and I agree with you.

but sometimes we do need to be a candle once in a while and help others with "ikhlas" of course, when they are in trouble even though at the end they will probably leave us.

I really love your tagline.. how did you come up with it? very fancy..

Sharing = H(squared) + 0.5S
get it?

Post a Comment